Salah satu kebingungan paling umum pemilik bisnis: laporan laba rugi menunjukkan untung, tapi saldo rekening tidak bertambah — atau malah berkurang. Tidak ada yang salah dengan laporannya; keduanya memang mengukur hal yang berbeda.
Laba rugi mencatat pendapatan saat terjadi (misalnya saat faktur diterbitkan), bukan saat uang diterima. Jika pelanggan membayar 60 hari kemudian, laba sudah tercatat tapi kasnya belum ada.
Sebaliknya, pembelian stok dalam jumlah besar mengurangi kas seketika, tetapi di laba rugi baru menjadi beban ketika stok tersebut terjual.
Cicilan pinjaman, pembelian aset, dan penarikan pemilik juga mengurangi kas tanpa muncul sebagai beban di laba rugi.
Karena itu, keduanya perlu dibaca berdampingan. Laba rugi menjawab "apakah model bisnis ini menguntungkan?"; arus kas menjawab "apakah kita bisa membayar tagihan bulan depan?". Bisnis yang sehat menjawab ya untuk keduanya.